Pages

Wednesday, August 29, 2012

Rutinitas oh rutinitas

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Mau mulai curhatan ibu-ibu lagi :)

Yup, ga mau terlalu membebani anak-anak dengan kegiatan-kegiatan kognitif. Alhamdulillah Wafa enjoy-enjoy aja selama ini. Belajar warna, bahasa, dll.

Cukup serius berpikir, kira-kira landasan apa yang harus dibangun sekarang ini (selain tauhid tentunya). Dan yah, ternyata rutinitas salah satu hal yang masih jatuh bangun konsistensinya.
Memang, saya pribadi mempunyai masalah dengan segala sesuatu yang bersifat rutin :D
Susah untuk disiplin dan susah untuk konsisten.

Hari ini, buku pesanan saya yang dibeli secara online sudah tiba :)
Alhamdulillah nemu buku bagus lagi, judulnya "Disiplin dengan Kasih Sayang" dari NAKITA.
Baru baca beberapa halaman sudah "gleg" dan "jleb", hihi

Iyaa, ngerasa banget klo yang bermasalah dengan disiplin itu bukan anaknya tapi emaknyaaa.. huhuhu

Jadi inget waktu curhat sama Bu Anni Iwasaki tentang manajemen rumah tangga. Beliau masih bisa kasih nasihat gimana cara bagi waktu untuk urusan rumah tangga, sosial, mengasuh anak, dll. Begitu materi sudah diterima dan saya mengeluhkan diri saya yang susah disiplin, yah beliau cuma bilang "It's your choice, bu".

Yup, klo sudah masalah internal diri begini, mau dinasehatin sampe berkali-kali juga susah klo kesadaran untuk memaksakan dirinya ga ada. Hayo, mau sampe kapan ga disiplin? Sampe kapan keteteran urus ini itu. Yah, this is my choice ya. Pilihan saya in sya' Allah harus terus berusaha mendisiplinkan diri. Rabbanaa afrig 'alaynaa shabran :')

Monday, August 27, 2012

Warna tua dan muda (Ghaamiq wa Faatih)

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Melanjutkan pengetahuan Wafa tentang warna, alhamdulillah sekarang sudah mulai lancar membedakan warna tua dan muda.


apel = تفاحة       strawberry = فراولة
Membantunya untuk tau, bisa dengan permainan beli-belian atau tebak-tebakan.
Misal : crayon atau spidolnya ditaruh di keranjang (anak saya suka banget pura-pura jadi penjual). Saya pura-pura beli crayon.

Ummi : "Bu, beli crayon warna hijau tua"

Nah, klo sudah begini, semangat deh Wafa dengan keahlian jual menjualnya (hihi), mengambilkan barang yang diminta dengan service excellent.

Oh iya, sekedar sharing juga. Dalam bahasa arab, warna muda/light itu adalah faatih (فاتح)  dan warna tua/dark itu adalah ghaamiq (غامق)

Oke, selamat belajar anakku :)




Siapa bilang anti patah?

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Iyaa nii, siapa sih yang bilang anti patah. Huhuhu... T_T

Sepertinya halnya beli lem yang bermacam-macam (dan akhirnya jatuh cinta sama lem cair putih), saya pun beli crayon sudah bermacam-macam.

Crayon kecil udah dua kali beli, semuanya di"telanjang"i Wafa, alias bungkusnya dikupas-kupas. Habis itu, dipotek-potek (baca : dipatah-patahin).
Okeh, saya browsing di internet, kira-kira crayon apa ywaa yang bisa rada awet. Nah, ketemu tu sama crayon yang dilapisi plastik. Karena dapetnya online, rada sayang belinya, mahal di ongkir. Qadarullah pas lagi jalan-jalan, nemu crayon macam itu, belilah kita,

Ternyata eh ternyata, emang sih crayon anti patah, tapiiii....
Ya, tapiiii klo anaknya belum bisa pulir-pulir. Ternyata anak saya sudah bisa pulir-pulir. Alhasil?
Dipulirnya crayon ini sampe puanjaaaaang, baru deh.. "tek" .. dipatahin :D






Menghibur dan mendidik bayi sampai usia dua setengah tahun

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Judul diatas sama dengan judul buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca.
Akhir-akhir ini, saya sedang gemar-gemarnya "nongkrongin" lapak online buku bekas. Alhamdulillah ternyata walaupun buku bekas, tapi kualitas fisik bukunya masih bagus. Salah satu buku yang bagus konten dan fisiknya adalah buku ini.


Isinya, ya itu.. Cara menghibur dan mendidik bayi sampai usia dua setengah tahun. Tentunya menghibur dan mendidiknya dalam artian umum, dan dalam pandangan sang penulis, makanya tetep butuh filter untuk mengambil mana-mana saja yang cocok dengan deenul islam. Over all, buku ini bagus banget lah, keliatan banget ni penulisnya care banget sama anak-anak. Dan keliatan banget juga, klo keluarga yang digambarkan itu bener-bener memprioritaskan anaknya.

Penasaran donk yah, ini buku cetakan tahun berapa sih? Soalnya jarang-jarang orang sekarang ada yang sampe sebegininya. Dan ternyata, emang cetakan lama, tahun 1986 (eikeh baru lahir ini).

Nah, ayo-ayo yang mau beli, bisa beli buku ini, tapi ga jamin juga masih ada di pasaran.

Alhamdulillah loh, saya dapet buku bagus ini dengan harga murah. Lima ribu sajah buk ibuk, hihi. Dan alhamdulillah juga, kepake banget buat stimulasi Muslim dan Wafa ^^

Sunday, August 26, 2012

Bikin kupu-kupuan

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Alhamdulillah, melewati satu hari yang luar biasa bersama anak-anak yang luar biasa :)

Hari ini, saya usahakan agar teteh bisa membuat satu kerajinan tangan lagi bersama saya.
Kita putuskan untuk membuat kupu-kupuan, selain karena mudah dibuat, bahan-bahannya pun sudah tersedia di rumah. Ide prakarya ini diambil dari blog Ummu Nu'man.

Berikut bahan yang diperlukan :
1. Kertas yang agak kaku
2. Cetakan bundar (kami pakai gelas :D)
3. Pulpen
4. Gunting
5. Lem
6. Crayon
7. Pita
8. Stik

Langkah pertama, saya cetak bentuk bulat menggunakan gelas. Teteh Wafa pertamanya hanya melihat saja, lama-lama tertarik berpartisipasi. Karena belum bisa mengikuti bentuk, jadilah diberi pekerjaan memegang gelas, hihi

Langkah kedua, saya potong kertas yang telah dicetak tersebut, Teteh Wafa baru bisa melihat aja, soalnya belum bisa menggunting mengikuti pola

Langkah ketiga, warnai kertas yang sudah digunting. Nah kalo ini mah udah deh, mahir banget Wafa, dicurat coret kertasnya, kerjaan saya hanya tinggal merapikan saja

Langkat keempat, lem kertas tsb dengan stik sehingga menghasilkan kupu-kupuan. Alhamdulillah Wafa dah bisa mengelem, habis bantuin ngelem, dia jemur sendiri hasil kerjaannya di teras depan.

Langkah kelima, setelah diangkat dari jemuran, tempelkan pita agar bisa digantung.

Prinsip kami, hasil kerajinan tangan haruslan barang yang bisa dipakai. Jadi kupu-kupuan ini kami berikan gantungan agar bisa jadi mainannya adik Muslim ^^

Muslim sekarang sedang belajar meraih. Kupu-kupuan ini pun sudah berhasil diraih ^^ Oops, sepertinya harus ditinggikan lagi ni gantungannya.
Selain diraih, kupu-kupuannya juga sudah berhasil ditendang-tendang

Alhamdulillah Teteh senang, adik pun senang. 


Thursday, August 23, 2012

Membuat kardus buku

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Udah lama banget, saya merasa butuh tempat untuk nyimpan buku-bukunya Teteh. Lemari buku ada, tapi bercampur dengan buku saya dan buku "abi"-nya. Semenjak ketemu toko buku online yang murah (karena menjual buku bekas tapi masih bagus banget), koleksi buku teteh Wafa semakin banyak aja nih. Alhamdulillah di usianya yang mau menginjak 2.5 tahun, teteh hobby banget membaca, rutinnya sih sebelum tidur.

Dipikir-pikir, untuk beli lemari buku baru, kayaknya ruang di rumah udah penuh semua. Jadinya bikin tempat penyimpanan buku darurat aja, setidaknya biar gak terlalu berantakan bin pabalatak campur-campur.

Kemarin-kemarin ada sisa kardus bekas air mineral gelas, ada juga stok kertas kado dan kalender bekas. Yasud, mari kita mulai berkreasi.

1. Potong tutup kardus yang bergeliwiran (bahasa apa ini ya :D)
2. Bungkus bagian dalam dengan kalender bekas
3. Bungkus bagian luar dengan kertas kado
4. Lapisi dengan selotip besar transparan (biar ga mudah rusak)

Gampang dan sederhana, Wafa juga suka bantuinnya. Walau tadi sempet "manyun" karena ga sabar mau tempel-tempel double tape dilarang sama "ummi"-nya. hoho

Ini dia kardus buku kita ^^




p. s : Tadinya mau tulis cerita ini di blog keluarga, tapi ada masalah pas mau upload fotonya. Mampir-mampir juga kesana ya